[Series] Recycle Love | Part 2

Recycle Love

kyuyoung edit

 

Title       : Recycle Love

Author   : Anita Sidiqqa (아니타 한)

Length   : Chaptered

Genre    : Romance, Sad, Fantasy, Drama, Fluff-Angst

Rating    : PG/T

Cast       :

  • Cho Kyu Hyun as Cho Kyu Hyun
  • Choi Soo Young as Choi Soo Young
  • Choi Si Won as Choi Si Won
  • Kang Seul Gi as Kang Seul Gi

Note      :

Sebenarnya fanfiction ini sudah pernah Anita publikasikan di facebook pribadi Anita dengan cast yang berbeda. Tetapi Anita tidak mempublikasikannya sampai selesai. Dan kemudian Anita ada niatan untuk mengubahnya menjadi KyuYoung dan akan mempublikasikannya sebagai fanfiction chaptered. Bagi yang tidak tahu siapa Anita, Anita adalah author yang menciptakan fanfiction oneshot INSANE. Untuk yang mau membaca fanfiction itu, silakan kunjungi Anita Han. Insane itu walaupun oneshot tetapi ada beberapa fanfiction yang berhubungan dengannya. Ada Insane, Before Story of Insane (yang menceritakan awal mula munculnya sang insane) dan Another Story of Insane (cerita yang berlangsung selama fanfiction insane berlangsung, makanya disebut another). Dan untuk yang meminta After Story of Insane, akan Anita usahakan ^^

 

 

Recycle Love is Anita Sidiqqa’s fanfiction, someone who makes fanfiction: INSANE. Don’t copy!

Anita Han (https://anitahan.wordpress.com) © 2014

Happy Reading!

Part 1 | Part 2 | Part 3 |

“Aku tidak ingin berdebat dengan anak tengil sepertimu.”

Sept 27th, 2001 – Seoul, South Korea

 

“Nona, bisakah aku menitipkan anakku kepadamu. Aku ingin ke toilet sebentar.”

 

Seorang yeoja yang berumur 30-an meminta kepada seorang yeoja muda untuk menjaga anaknya yang sedang duduk tenang di atas kereta bayinya. Bayi itu berjenis kelamin perempuan dengan umur kira-kira tiga tahun. Mereka tengah berada di dalam mall yang ramai.

 

“Baiklah.”

 

“Kamsahamnida”

 

Ibu itu pun bergegas pergi ke toilet. Dia tidak ingin berlama-lama meninggalkan anaknya pada seseorang.

 

“Jung Ri~ Lihatlah ada gaun yang sangat indah!” seru seseorang yang berteriak kepada orang yang sedang memegangi kereta bayi.

 

Si pemegang kereta bayi lantas melihat ke arah tunjuk yang diberikan temannya.

 

“Kau benar. Ayo kita ke sana.”

 

Yeoja muda itu pergi sambil mendorong kereta bayi yang dipeganginya.

 

“Kreekkk!” suara kereta bayi yang berderit. Kereta bayi itu susah didorongnya.

 

“Apa yang kau tunggu? Ayo cepat sebelum ada orang yang hendak membelinya!” seru temannya.

 

“Mungkin tak apa jika aku meninggalkanmu, bayi manis. Aku akan sebentar. Hanya memberikan beberapa lembar uang untuk kasir.”

 

Kemudian yeoja muda itu pergi meninggalkan bayi itu sendirian. Meninggalkannya dari tempat yang berbeda sebelumnya dengan tempat saat seorang ibu menitipkannya. Dia tidak tahu akibat yang akan terjadi.

 

“Hiks~ Hiks~”

 

Tiba-tiba bayi itu menangis. Jalanan yang ditempati bayi itu terlihat lenggang. Tidak ada yang mendengar tangisan bayi itu selain anak laki-laki berumur sembilan tahun.

 

“Mengapa kau sendirian? Tidak adakah yang bersamamu?”

 

Anak laki-laki itu tampak menengokkan kepalanya ke kanan dan ke kiri mencari seseorang yang mungkin mengenali bayi ini.

 

“Aku akan menjagamu sampai ibumu datang.”

 

Anak kecil itu berusaha membuat bayi itu berhenti menangis. Dan akhirnya bayi itu berhenti menangis.

 

Beberapa menit kemudian terlihat seorang ibu menghampiri keduanya dengan tergesa-gesa dan dengan wajah yang tidak tenang.

 

“Oh, syukurlah kau di sini anakku. Kamsahamnida karena telah menjaganya, anak manis.”

 

Tiba-tiba yeoja muda tadi datang.

 

“Maafkan aku, ahjumma. Aku tadi meninggalkannya sebentar.”

 

“Tidak apa-apa yang terpenting anakku ada di sini.” Ucapnya menanggapi ucapan gadis itu.

 

“Semua ini berkatmu, anak manis. Sekali lagi terima kasih.”

 

“Sama-sama ahjumma. Aku hanya tidak ingin orang tuanya menangis dan bersedih jika anaknya hilang. Aku tidak ingin ada yang merasakan perasaan bersalah seperti eomma dan appa.”

***

“Siwonie~ Tolong jaga adikmu. Eomma akan membereskan semuannya. Dan jika ini sudah selesai kau angkat semua barang-barang ini bersama appamu. Sooyoungie kembalikan kepada eomma.”

 

“Mengapa kita harus pindah ke Busan eomma?” ucap namja yang sedang menggendong adiknya itu.

 

“Appamu dipindah tugaskan oleh harabojimu ke Busan untuk mengurus perusahaannya yang ada di sana. Yang berada di sini akan diurus oleh harabojimu.”

***

March 24th, 2014 – Seoul, South Korea

 

“Eomma di mana buku-bukuku?”

 

Yeoja yang berteriak itu nampak tengah mencari sesuatu dengan beberapa kardus-kardus besar berwarna coklat. Dia seorang siswi sekolah menengah atas tahun pertama. Terlihat dari seragam yang yeoja itu kenakan.

 

“Sudak eomma bilang. Seharusnya kau membereskan barang-barangmu. Sekarang akibatnya adalah ini.”

 

“Eomma, kemarin aku sungguh lelah mengangkat barang-barang ini dan tidak sempat untuk membereskannya. Ini semua salah eomma. Mengapa tidak menyuruh tukang pindah rumah untuk memindahkannya?”

 

“Hari itu sudah malam. Mereka juga perlu istirahat. Dan berhentilah untuk menyalahkan, Sooyoungie. Ini. Buku-bukumu ada di dalamnya.”

 

“Mianhae eomma. Kamsahamnida~”

 

Sooyoung –yeoja itu memasukan beberapa buku ke dalam tasnya dan kemudian bergegas pergi ke sekolah.

 

“Tidak sarapan dulu?”

 

“Ini.”

 

Sooyoung menunjukan roti yang dipegangnya kemudian menggigitnya dan membiarkannya tergantung di mulutnya. Tangannya sibuk menalikan sepatu.

 

“Dasimu belum rapi, Soo.”

 

“Biar aku rapikan nanti di bus. Aku pergi, eomma.”

 

“Hati-hati dijalan!”

 

Sooyoung pun berjalan atau lebih tepatnya berlari kecil menuju halte bus. Dia berbelok ke kanan dan menunggu bus datang. Dia bersekolah di Seoul High School. Dia berlari sambil memakan sarapannya.

 

Dia berjalan masuk ke bus dengan mata yang terfokus pada dasi yang sedang diikatnya. Kemudian dia duduk di bangku yang berada di tengah bus.

 

“Cha~ Sudah selesai.”

 

Sooyoung pun terfokus pada jalan. Dia duduk di kursi dekat dengan jendela. Pandangannya memerhatikan rumah-rumah yang dilewatinya. Dan ketika jalan bercabang. Bus yang ia tumpangi melaju lurus ke depan. Padahal jalur untuk ke sekolahnya adalah berbelok. Dia akhirnya baru menyadari.

 

“Kya~ Aku salah naik bus.”

 

Dia pun bergegas ke depan hendak meminta seorang ahjussi yang mengemudikan bus ini untuk berhenti.

 

“Ahjussi ku mohon, berhenti di sini. Aku salah naik bus.”

 

“Tidak bisa nona. Jika anda ingin turun, mohon tunggu sampai halte berikutnya.”

 

Dengan terpaksa Sooyoung menunggu sampai bus ini tiba di halte selanjutnya.

***

Seorang yeoja berlari dengan napas yang terengah-engah. Dia berlari kembali ke arah rumahnya. Dia menggerutu sepanjang jalan.

 

“Seharusnya aku menunggu di halte sebelah kiri rumahku. Ini karena kebiasaanku jika naik bus pasti berbelok ke arah kanan. Sekolahku yang dulu… Mengapa harus haltenya di sebelah kiri?”

 

Dia akhirnya sampai pada bagian jalan yang bercabang. Karena dikejar waktu dia tidak melihat bahwa ada mobil dari arah yang sama (dari belakangnya) melaju dan hendak berbelok ke belokan yang seharusnya ia lewati bersama dengan bus yang ditumpanginya menuju sekolahnya. Ketika dia hendak menyebrang, mobil itu melaju ke arahnya dan kemudian berhenti mendadak.

 

“Kya~!”

 

Skiittt!

 

Pengemudi itu pun kemudian turun dari mobilnya. Dia mengenakan kemeja dengan bahan yang terlihat sangat mahal dan mewah dan jangan lupakan mobilnya yang mewah itu. Umurnya pun tidak terlihat tua. Mungkin dia pengusaha muda yang berumur 20-an. Wajahnya sungguh rupawan.

 

“Kau tidak apa-apa?” tanyanya memastikan keadaan Sooyoung. Suaranya? Oh, sungguh sangat indah.

 

“Yak, sebaiknya kemudikan mobilmu dengan benar!” bentak Sooyoung.

 

Namja yang turun dari mobil itu kemudian mengernyitkan dahinya atas ungkapan Sooyoung.

 

“Seharusnya aku yang marah. Kau yang tidak hati-hati saat menyebrang. Dan apa ini? Kau seorang siswi. Apakah kau sedang membolos, huh?” namja itu tidak terima atas bentakkan yang Sooyoung lontarkan kepadanya tadi.

 

“Maafkan aku. Aku mengaku bersalah. Dan untuk pernyataan Tuan yang mengatakan bahwa aku membolos itu salah besar. Aku sedang menuju ke sekolah dan Tuan menghambatku untuk pergi ke sana.”

 

“Mengapa menyalahkanku?”

 

“Memang itu kesalahan Tuan.”

 

“Cukup. Jika kau ingin ke sekolah maka bergegaslah. Aku yakin kau akan terlambat. Bahkan sekarang, memang kau sudah terlambat. Aku tidak ingin berdebat dengan anak tengil sepertimu.”

 

Namja itu kemudian masuk ke dalam mobilnya dan melaju dengan kecepatan sedang –seperti tadi. Sooyoung hanya mendengus kesal.

 

“Anak tengil katanya~”

 

Kemudian dia pun melanjutkan acara berlarinya. Saat dia melewati rumahnya, eommanya yang sedang menyiram bunga-bunga yang berada di halaman rumah mereka melihatnya berlari ke sebelah kiri rumah.

 

“Bukankah itu Sooyoung? Dia masih di sini? Dasar anak ceroboh. Pasti dia salah menaiki bus.”

 

Eommanya hanya menggeleng-gelengkan kepalanya tanda tak minat.

 

 

To Be Continued…

Bagaimana dengan part ini? Kependekkan? Masih belum ada yang terlihat? Sebenarnya di sini ada plot penting untuk cerita ini ke depannya. Jadi jangan lupakan bagian cerita ini. Keep RCL~ ^^

Iklan

34 pemikiran pada “[Series] Recycle Love | Part 2

  1. Ping balik: [Series] Recycle Love | Part 3 | ♔ ANITA HAN | 아니타 한 ♔

  2. Ping balik: [Link FF] Recycle Love | Kyuyoung Shipper Indo

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s