[Series] Recycle Love | Part 1

Recycle Love

kyuyoung edit

Title       : Recycle Love

Author   : Anita Sidiqqa (아니타 한)

Length   : Chaptered

Genre    : Romance, Sad, Fantasy, Drama

Rating    : PG/T

Cast       :

  • Cho Kyu Hyun as Cho Kyu Hyun
  • Choi Soo Young as Choi Soo Young
  • Choi Si Won as Cho Si Won (Kyu Hyun’s Hyung)
  • Kang Seul Gi

Note      :

Sebenarnya fanfiction ini sudah pernah Anita publikasikan di facebook pribadi Anita dengan cast yang berbeda. Tetapi Anita tidak mempublikasikannya sampai selesai. Dan kemudian Anita ada niatan untuk mengubahnya menjadi KyuYoung dan akan mempublikasikannya sebagai fanfiction chaptered. Bagi yang tidak tahu siapa Anita, Anita adalah author yang menciptakan fanfiction oneshot INSANE. Untuk yang mau membaca fanfiction itu, silakan kunjungi Anita Han. Insane itu walaupun oneshot tetapi ada beberapa fanfiction yang berhubungan dengannya. Ada Insane, Before Story of Insane (yang menceritakan awal mula munculnya sang insane) dan Another Story of Insane (cerita yang berlangsung selama fanfiction insane berlangsung, makanya disebut another). Dan untuk yang meminta After Story of Insane, akan Anita usahakan ^^

Recycle Love is Anita Sidiqqa’s fanfiction, someone who makes fanfiction: INSANE. Don’t copy!

Anita Han (https://anitahan.wordpress.com) © 2014

Happy Reading!

| Part 1 | Part 2 |

Kalau takdir berkehendak, apapun bisa terjadi.

-Choi Soo Young-

Dengarkan aku! Walaupun kita tidak bersama untuk saat ini, aku harap kita akan bersama untuk selamanya dilain waktu. Dan aku akan tetap memandangmu sebagai wanitaku yang paling cantik dan manja.

-Cho Kyu Hyun-

Cintaku tidak akan pernah berubah walaupun untuk ratusan bahkan ribuan tahun.

-Choi Soo Young-

Author’s POV

“Appa jangan tinggalkan kami!” lirih seorang namja.

Adik yang berada di sampingnya hanya mampu menangisi ayah mereka. Mata keduanya sangat sembap. Adik dari namja itu hanya mampu menangis dengan tenang. Tidak ada amukan. Hanya menangis. Matanya sangat merah dan akan tetap mengeluarkan air mata.

“Kau, jaga namdongsaengmu baik-baik!”

Kata itu menjadi kata terakhir dari appanya sebelum appanya menghembuskan napas terakhirnya dua jam yang lalu.

Keluarga berkabung. Semua teman-teman appa dari kedua namja itu hadir.

“Si Won, appamu menitipkanmu dan adikmu kepada ahjussi. Maukah kalian tinggal bersama ahjussi?” tanya seorang laki-laki yang berumuran hampir sama dengan appa mereka.

“Ye ahjushi.” jawab Si Won.

Dia tidak tahu harus hidup dimana lagi. Dia tidak akan bisa mengurus adik dan dirinya sendiri sekaligus dengan baik.

***

17 tahun kemudian…

Cho Si Won dan adiknya, Cho Kyu Hyun dibesarkan oleh seorang laki-laki berumur bernama Choi Jung Nam. Choi Jung Nam membesarkan keduanya seperti dia membesarkan anak kandungnya sendiri hingga Cho Si Won tumbuh dewasa dan menjadi kepala polisi dan Cho Kyu Hyun adiknya menjadi jaksa di zaman Joseon.

“Oppa!” seru manja anak remaja sekitar 14-15 tahunan. Dia seorang yeoja dengan kelakuan yang bisa disebut periang, sangat periang.

“Ne, ada apa Youngi?” tanggap Kyu Hyun malas.

Dia selalu bersikap begitu walaupun pada kenyataannya dia menyukai sikap manja yeoja yang dia panggil Youngi olehnya dan orang-orang yang telah dekat dengan yeoja itu.

“Aku ingin ikut ke perayaan nanti malam. Bisakah oppa menemaniku?”

Yeoja itu mengucapkan keinginannya sambil memasang aegyo yang dimilikinya. Matanya yang bulat sangat memancar terang dalam cahaya yang redup saat ini. Tetapi Kyu Hyun tidak menanggapi.

“Ayolah oppa~” bujuk yeoja itu lagi sambil tetap mempertahankan aegyonya.

Kyu Hyun’s POV

“Ayolah oppa~”

Dia memelas sambil merangkul tanganku. Lihatlah aegyo-nya! Aku sedari tadi tidak menjawab karena aku ingin melihatnya lebih lama memasang tampang aegyo-nya itu. Wajahnya begitu lucu tanpa perlu memasang aegyo. Dan sekarang dia tambah lucu jika memasang aegyo.

“Ye, ye~” ucapku buru-buru.

Aku tidak bisa membiarkan posisi ini terlalu lama. Sejujurnya aku menyukai yeoja yang memanggilku oppa ini. Tapi aku harus memendam rasa ini. Aku harus menganggapnya adik bukan yeoja. Aku takut kalau orang tua kami, maksudku orang tua Choi Soo Young tidak setuju. Mereka telah merawatku dan kakakku dengan baik. Dan mereka telah menganggapku sebagai anak kandungnya sendiri. Mungkin beliau tidak akan merestui kami karena kami kakak beradik walaupun tidak sedarah.

***

08:15 p.m in Joseon (belum ada jam di sana, tapi kira-kira jam segini)

Aku bebas sekarang. Tidak ada kasus berat yang aku tangani. Aku ingin segera pulang untuk hari ini karena aku akan mengikuti perayaan bersama Soo Young. Entah mengapa dia ingin sekali datang ke perayaan itu. Biasanya dia tidak akan datang ke perayaan besar yang diadakan di tengah-tengah kota. Dia akan memilih menghabiskan waktu untuk memasak untuk menciptakan resep baru dan akan memintaku dan kakakku untuk menghabiskan makanan hasil masakannya. Dan untungnya masakannya enak. Jika tidak, aku tidak akan bersedia menjadi kelinci percobaannya.

***

Sekarang aku bersama dengan yeoja yang kucintai. Dia terlihat begitu senang.

“Ayolah oppa, tulislah keinginanmu di lampion ini” perintahnya.

Aku menuruti keinginannya dan mulai menuliskan sesuatu di lampion ini. Sebenarnya aku kurang mempercayai anggapan bahwa semua yang aku tulis di lampion ini akan terkabul.

Sekarang aku benar-benar penasaran apa yang dia tulis di lampion kuningnya, karena yang ditulis adalah keinginannya. Aku berpikir bahwa dia akan menulis sesuatu tentang namja yang disukainya. Ketika dia menulis di atas lampionnya. Dia tampak menyembunyikan tulisannya dan itu membuatku tambah penasaran.

“Apa yangkau tulis?” tanyaku sambil mengintip tulisannya.

“Rahasia” jawabnya sambil menjauhkan dariku lampion kertas yang menjadi tempat tulisan keinginannya.

“Yak! Kau ini!”

Aku terus berusaha merebutnya namun nyatanya gagal.

“Kau ingin membuatku mati penasaran, huh?!” tanyaku yang sudah mulai kesal.

“Nanti juga oppa akan tahu” jawabnya enteng.

“Kapan?” tanyaku antusias. Ini benar-benar membuatku penasaran.

“Kalau lampionku jatuh dan ditemukan oppa.”

Alasan yang tak mungkin terjadi.

“Yak! Hal seperti itu belum tentu terjadi”

Benar-benar, dia ingin membuatku mati penasaran. Dia berkata untuk hal yang belum tentu akan terjadi.

“Kalau takdir berkehendak, apapun bisa terjadi”

Aku terdiam mendengar perkataannya. Aku tidak menyangka dia akan berkata seperti itu. Dan entah mengapa perasaan yang aneh tiba-tiba muncul. Perasaan ini bukan seperti perasaan cintaku pada adikku ini. Tapi ini berbeda. Perasaan seperti saat aku berpisah dengan appaku 17 tahun yang lalu. Tapi mengapa perasaan ini tiba-tiba muncul?

Author’s POV

Disisi lain, terlihat seorang namja yang sedang mengamati setiap gerak-gerik Kyu Hyun dan Soo Young. Mereka tengah menerbangkan balonnya dengan api yang menyala dibagian bawah balon sebagai gasnya. Lampion-lampion beterbangan di langit Korea yang gelap cerah dengan bintang-bintang dan tanpa ada awan yang muncul.

Si Won’s POV

“Mereka semakin hari semakin akrab saja”

Aku tahu apa yang dirasakan Kyu Hyun, aku hyungnya. Dia mencintai Soo Young juga. Juga? Ya, aku memang mencintai Soo Young. Tapi aku tidak tahu untuk sekarang siapa yang disukainya. Jalanku untuk mendapatkan Soo Young semakin sulit.

Soo Young’s POV

Aku tidak tahu mengapa perasaanku berbeda kepada oppaku, Kyu Hyun. Aku merasa aku ingin memilikinya. Aku suka menggodanya, aku suka melihat wajah lucunya, seriusnya, senyumnya, tawanya, semua aku suka. Walaupun terkadang kami bertengkar karena hal-hal kecil. Tapi bukankah lukisan akan bagus jika di dalamnya memiliki banyak warna. Entah itu warna gelap ataupun terang.

***

Aku tidak bisa menahannya lagi. Aku ingin menceritakan semuanya. Dadaku sesak jika memendamnya terlalu lama. Aku tahu kepada siapa aku harus menceritakannya, eomma. Iya, menurutku eomma, terlebih dia satu-satunya wanita yang ada didekatku. Aku anak tunggal. Aku tidak memiliki saudara dan itu menjadi salah satu alasan mengapa appa bersedia merawat Kyu Hyun dan Si Won oppa. Dia ingin mereka menjagaku seperti adik kandung mereka.

“Eomma aku menyukainya”

Aku langsung mengatakan apa yang ingin aku katakan. Dadaku sudah sesak. Oh, Tuhan bagaimana ini?

“Nuguya?” tanya eomma.

Aku mengakui bahwa aku menyukai ani, mencintai Kyu Hyun oppa. Pengakuanku tadi membuat eomma bingung.

“Kyu Hyun oppa”  jawabku sambil mengecilkan suaraku.

Aku tidak tahu respon apa yang akan eomma berikan padaku saat ini.

Kemudian dengan sedikit keberanian aku melihat wajah eomma. Dan benar saja, seketika mata eommaku membulat. Mungkin dia tidak menyangka atas semua ini. Begitupun aku eomma!

“Tapi dia oppamu”

“Eomma, dia bukan oppaku. Dia tidak memiliki darah eomma dan appa”

Aku akui aku sedikit egois. Tapi, aku sudah lelah menyembunyikan semua ini. Kau tahu rasanya? Sangat menyesakkan.

“Gwenchana. Tapi apakah Kyu Hyun juga mencintaimu?”

“Nan mollayo” jawabku lirih.

***

Keesokan harinya…

Author’s POV

Cho Kyu Hyun berjalan-jalan sebentar di sekitar pasar. Tugasnya hanya sedikit, bisa ditangani oleh anak buahnya. Saat melewati sebuah danau, dia melihat ada sesuatu yang tergeletak di pinggir danau. Dia mendekati benda itu dan ternyata, itu adalah lampion milik Soo Young. Dia ingat perkataan Soo Young, “Kalau takdir berkehendak, apapun bisa terjadi”. Kali ini dia percaya bahwa semua benar mengenai perkataan Soo Young. Kemudian dia membaca tulisan yang tertera pada lampion itu.

Kyu Hyun’s POV

Aku menemukan lampion milik Soo Young. Seketika ucapannya terulang kembali dalam ingatanku. Kemudian aku membacanya. Sekarang rasa penasaranku akan terbayar.

Tulisan pada lampion itu:

Tuhan, aku mencintai Kyu Hyun, Cho Kyu Hyun, oppaku sendiri. Bukan, dia bukan oppa kandungku. Bolehkah aku memilikinya sebagai namja? Aku tidak tahu harus melakukan apalagi. Aku juga tidak tahu apa dia mencintaiku atau cinta ini hanya bertepuk sebelah tangan.

“Cinta ini tidak bertepuk sebelah tangan, Soo Young” gumamku setelah membaca sebagian tulisan pada lampion ini. Kemudian aku melanjutkan membaca tulisan ini.

Lanjutan dari tulisan pada lampion:

Tuhan, jika aku dan dia ditakdirkan untuk bersama, tolong pertemukan tulisan ini dengannya. Aku sangat mencintainya. Saranghae Cho Kyu Hyun oppa.

Seketika senyumku mengembang. Aku juga mencintainya.

“Saranghae Choi Soo Young!”

***

Keesokan harinya…

Kyu Hyun’s POV

Hari ini aku akan menyatakan perasaanku kepada Soo Young. Aku akan segera menikahinya. Tak peduli dengan apa yang akan terjadi. Bagiku hanya dengan Soo Young mencintaiku semuanya telah sempurna tak ada cela.

Aku terus berlari dengan cepat menuju rumah setelah pekerjaanku selesai. Aku ingin sekali bertemu dengan Soo Young dan memberitahukan semuanya tentang yang aku rasakan.

Dilain tempat…

Soo Young’s POV

“Oppa aku benar-benar tak bisa, aku sudah menganggap oppa sebagai oppaku sendiri.”

Si Won oppa menyatakan perasaannya kepadaku. Eoteokkae? Bagaimana ini? Aku tidak memiliki perasaan kepada oppaku ini. Dia hanya aku anggap sebagai oppaku. Tidak yang lain.

“Waeyo? Kau mencintai orang lain?”

“Ne oppa. Aku mencintai orang lain. Aku harap oppa dapat menemukan wanita lain yang jauh lebih baik daripadaku.”

“Tidak ada yang lebih baik darimu!” oppa sedikit berteriak kepadaku.

Dia pergi begitu saja. Aku merasa bersalah, tapi aku memang tidak mencintainya. Air mataku jatuh begitu saja. Aku terjatuh di atas tanah dengan kedua lututku yang membentur tanah. Mengapa semuanya menjadi seperti ini?

“Youngi, nan gwenchanna?”

Dengan tiba-tiba tangan Kyu Hyun oppa memegang pundakku. Aku membelakanginya. Akupun berdiri dan dia membalikan tubuhku dan akhirnya dia melihatku sedang menangis tersedu.

“Nan gwechanna oppa. Tadi aku hanya terjatuh dan kemudian mataku terkena debu dari tanah.” Ucapku sambil mengahapus air mataku. Alasan yang bagus Choi Soo Young!

“Kau yakin?”

Aku hanya mengangguk menjawab pertanyaannya. Di wajahnya tersirat kalau dia tidak percaya dengan perkataanku. Oh, menurutku alasan tadi cukup masuk akal kan?

Author’s POV

“Ada apa oppa ke sini?” tanya Soo Young.

Sepertinya dia ingin mengalihkan perhatian karena dia tahu bahwa dia tidak bisa membohongi Kyu Hyun.

“Oh. Tadi oppa menemukan lampion kuningmu.” jawab Kyu Hyun dengan nada misterius. Kyu Hyun ingin sedikit menggoda Soo Young.

“Jeo… Jeongmal?”

Soo Young sedikit gugup. Dia berpikir kalau Kyu Hyun menemukan lampionnya itu, pasti dia telah membacanya. Mengapa bisa secepat ini?

“Seharusnya oppa yang bertanya. Benarkah yang kau tulis di atas lampion itu?”

Ucapan itu sukses membuat Soo Young gugup. Karena Soo Young tidak mau memperlihatkan tingkah gugupnya. Dia berusaha lari. Dia membalikan badan dan kemudian bersiap berlari. Tapi sayangnya Kyu Hyun berhasil memegang tangannya. Kyu Hyun pun menarik Soo Young untuk mendekatinya. Soo Young tertarik ke arah Kyu Hyun dan secara spontan Soo Young menahan tangannya di dada Kyu Hyun. Mata mereka mengunci satu sama lain. Oh, pose ini sungguh membuatnya merasa malu dan senang. Karena saking malunya, pipi Soo Young memerah dan kemudian Soo Young memalingkan mukanya dari Kyu Hyun dengan cara menundukkan kepalanya.

“Apakah kau mau menjadi istriku?”

Kyu Hyun berkata tepat di depan wajah Soo Young. Soo Young bergidik ketakutan olehnya. Mata mereka kembali bertemu dan mengunci satu sama lain.

“Lihat mukamu! Kau tampak lucu seperti itu.”

Kyu Hyun tertawa setelah mengatakan hal itu. Sukses dia menggoda Soo Young.

“Oppa jangan bercanda!”

“Tidak. Untuk hal yang tadi aku tidak bercanda. Maukah kau menjadi pendamping hidupku?”

Kali ini Kyu Hyun mengucapkan hal itu dengan nada yang romantis sambil memakaikan cincin garakji berwarna biru langit (read: cincin yang pernah di pakai Dong Yi di jari telunjuknya). Soo Young hanya mengangguk sebagai jawaban. Terlalu senang dan malu untuk menjawabnya.

***

Beberapa hari kemudian…

Pernikahan mereka sudah ditentukan. Orang tua Soo Young merestuinya. Menurut mereka (orang tua Soo Young) selagi Soo Young dan Kyu Hyun saling mencintai, mereka akan merestui dan menerima keputusan anak-anaknya. Semua tengah menyiapkan pernikahan yang akan di gelar besok. Tapi hal yang buruk terjadi…

Beberapa orang polisi tengah memasuki kediaman keluarga Choi.

“Kami dari kepolisian mencari Cho Kyu Hyun.” aku salah satu polisi.

“Waeyo? Ada apa?” Soo Young segera menghampiri polisi-polisi itu.

“Kami ditugaskan untuk menangkap Cho Kyu Hyun atas tuduhan tindakan kejahatan.”

“Kejahatan? Kejahatan apa?”

Kyu Hyun pun keluar setelah mendengar keributan yang terjadi. Terlebih dia mendengar ada yang menyebutkan namanya.

“Apakah anda Cho Kyu Hyun?”

“Ya. Ada apa ini?”

Kyu Hyun langsung dibawa secara paksa dan meninggalkan rumah yang selama 17 tahun ini dia tinggali bersama hyungnya.

“Oppa!!!” seru Soo Young

Para polisi itu semakin menjauh dari pandangannya. Mereka pergi sambil membawa Kyu Hyun, namja yang akan menjadi suaminya. Dia menangisi kepergian Kyu Hyun. Dia menangisi dirinya yang tidak bisa menolong calon suaminya itu.

***

Flashback ON

“Kau, kau tidak boleh mengatakan apapun tentang diriku nanti. Kau katakan saja yang melakukannya adalah Cho Kyu Hyun. Dengan begitu aku akan membebaskanmu.” titah Si Won kepada salah seorang terdakwa.

“Bagaimana bisa?” jawab terdakwa itu ketakutan. Nampaknya dia kurang mempercayai seseorang yang tengah mengajaknya melakukan kesepakatan.

“Aku ini seorang kepala polisi. Kau meremehkan jabatanku, hah!”

“Tidak, tidak tuan. Baiklah saya akan melakukan hal itu.”

Flashback OFF

***

Sepanjang hari yang bisa Soo Young lakukan hanyalah menangis. Seharusnya hari ini menjadi hari pernikahannya dengan Kyu Hyun. Tapi entah oleh sebab apa mereka dipisahkan dan Kyu Hyun harus menebus apa yang telah dituduhkannya. Soo Young yakin sekali bahwa di sini ada kesalahpahaman, tetapi dia tidak mempunyai bukti apapun. Dia menangisi dirinya yang tidak bisa berbuat apa-apa selain menangis.

“Oppa. Lakukan sesuatu! Apakah kau tega membiarkan adikmu menderita?”

“Youngi. Oppa tidak bisa berbuat apa-apa. Dia harus mempertanggungjawabkan apa yang telah dia perbuat.”

“Jadi kau percaya dengan semua perkatan polisi itu?” tanya Soo Young sambil menangis. Wajahnya pucat pasi.

“Aku akan menjadi Kyu Hyun untukmu. Aku akan mencintaimu seperti Kyu Hyun mencintaimu. Dan kemudian aku akan lebih mencintaimu dibandingkan dengan Kyu Hyun mencintaimu.”

“Kau… Oppa! Setidaknya kau harusnya merasa sedih karena adikmu telah dituduh atas hal yang bukan ia perbuat. Kau malah membahas itu.” ucap Soo Young sengit, syarat akan keputus-asaan dan kemarahan.

***

Keesokan harinya, Soo Young mengunjungi penjara yang di tempati Kyu Hyun atas bantuan Si Won.

“Oppa, aku percaya bahwa kau tidak melakukan hal seperti yang dituduhkan kepada dirimu.” ucap Soo Young terisak sambil memegang pipi Kyu Hyun yang berada di balik sel kayu.

“Ulljiman, jangan menangis lagi. Aku akan lebih menderita jika kau menangis.”

“Oppa, bagaimana aku tidak menangis, kita terpisah. Seharusnya kemarin adalah hari untuk kita berbahagia.”

“Dengarkan aku! Walaupun kita tidak bersama untuk saat ini, aku harap kita akan bersama untuk selamanya dilain waktu. Dan aku akan tetap memandangmu sebagai wanitaku yang paling cantik dan manja.”

“Hiks, hiks..”

“Selesai, waktumu sudah habis. Besok pagi kau harus datang ke sini lagi karena besok akan jadi hari terakhirmu bertemu dengan kekasihmu.” ucap petugas sambil menyeret Soo Young keluar.

Setelah sampai di depan dari bangunan yang digunakan sebagai penjara, Soo Young di hempaskan ke atas tanah.

“Mengapa?” tanya Soo Young gusar.

“Besok, kekasihmu akan dihukum mati.”

Air mata Soo Young meluncur lebih deras. Mengapa ini semua terjadi? Soo Young sadar kalau dia tidak akan sanggup untuk datang melihat kekasihnya dieksekusi.

***

Sepanjang malam air mata Soo Young terjatuh. Dia sekarang berada di pinggir sungai. Sungai itu berada di bawah tempatnya duduk. Hampir seperti jurang kecil. Orang tuanya tidak tahu kalau Soo Young berada di sana.

Akhirnya pagi itu pun tiba. Kyu Hyun akan dieksekusi hari ini. Dan orang tua Soo Young sibuk mencari anak perempuan mereka yang hilang. Soo Young teringat kenangan-kenangan bersama Kyu Hyun. Kenangan itu terus terbayang seperti sebuah film dokumenter pendek di benaknya. Dia nampak kacau dengan wajah yang terdapat banyak air mata yang telah mengering di pipinya. Bahkan dia tak mampu lagi untuk mengangis.

Detik-detik itu pun tiba. Kyu Hyun sudah menerima semuanya, bahwa dia akan meninggalkan Soo Young gadis yang dicintainya. Secara bersamaan Kyu Hyun akan mati, Soo Young bersiap menjatuhkan dirinya ke dalam sungai.

“Cintaku tidak akan pernah berubah walaupun untuk ratusan bahkan ribuan tahun.”

Soo Young menjatuhkan dirinya.

“Saranghae, Choi Soo Young!” ucapan lirih terakhir yang dikatakan Kyu Hyun

“Saranghae, Cho Kyu Hyun!” ucapan terakhir Soo Young saat dia berada di udara bebas.

Senyuman terlihat pada wajah mereka berdua. Nampaknya mereka sudah rela untuk melepaskan napas masing-masing.

To Be Continued…

 

Bagaimana fanfictionnya? Drama banget kan? Haha lihat genrenya. Anita menginginkan komentarnya di bawah! Silakan tulis komentarnya! ^^

Iklan

82 pemikiran pada “[Series] Recycle Love | Part 1

  1. Gilaa siwon.. Padahal mreka kan saudara kandung
    siwon padahal udh di kash pesan sma appanya bwt lindungin kyu
    Kuyoung harusnya udh nikah..
    Apa mreka akn mati, dan bertemu di kehidupn kedua, atau merka akan renkarnasi?
    Smoga kyuyoung bsa slalu bersama
    Next.a ditunggu.. Btw kyuyoung beda brapa tahun ya? Umur mrka brapa sih?

  2. Nanti kyu sama sooyoung ketemu di kehidupan mendatang ya thor…?hhhmm..part 1 kurang gereget thor…dramanya bis kebaca..next partnya ditunggu thor…semoga lebih bagus..:D

  3. Mama agak mirip rooftop prince ya.. tpi ini sedikit beda dua”nya matii…sumpahh siwon sgiu jahatnya dirimu pada adikmu sndiri… teganyaa…

    semoga Kyu dan sooyoung ttp bersatu sekalipun maut pernah memisahkan mereka

  4. Siwon kok jahat banget sih sama kyuhyun? Tega2nya misahin kyuyoung dengan cara kejam kayak gitu. Awas loh oppa aku bales ntar kkkkk.
    Kyuyoung bakal ketemu dikehidupan berikutnya? Wahhh kira2 gimana ya kisah cinta mereka dikehidupan yang baru? Penasrannn..lanjut authornim 🙂

  5. Ping balik: [Link FF] Recycle Love | Kyuyoung Shipper Indo

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s