[Short Story] A Little Thing Called Love | Part 1

A Little Thing Called Love (처음 사랑을)

 

Tittle : A Little Thing Called Love / First Love (처음 사랑을)

Author : Anita Han a.k.a Anita Sidiqqa

Genre : Romance, Sad, Humor, Fluff-Angst, Drama

Rating : T/PG-13

Length : Short Story (Short Chaptered)

Cast :

  • Choi Soo Young (12 years old and 21 years old)
  • Cho Kyu Hyun (15 years old and 24 years old)
  • Seo Joo Hyun (15 years old and 24 years old)
  • Victoria Song (12 years old and 21 years old)
  • Shim Chang Min (Kyuhyun Line and BF)
  • Hwang Tiffany (Sooyoung Line and BF)
  • Kwon Yu Ri (Sooyoung Line and BF)
  • Kim Hyo Yeon (Sooyoung Line and BF)
  • Choi Sulli (8 years old and Sooyoung’s younger sister)
  • Jun Ji Hyeon (Sooyoung & Sulli eomma)
  • Choi Jung Nam (Sooyoung & Sulli appa)
  • Cho Byeong Hoon (Kyuhyun appa)
  • Lee Soo Bin (Kyuhyun eomma)
  • Other

Disclaimer :

Tidak ada pengecualian bagi siapa pun orang yang menjiplak karya orang lain termasuk untuk karya Anita. Copy? Minta izin dulu 😛

Note :

Cerita ini bersumber pada film thailand dengan judul yang sama. Anita mengubahnya sedikit. Seperti lingkungan di sana dan beberapa hal yang lain. Bagi yang sudah tahu tetep baca ya~ Dan yang belum tahu harus baca juga kkkkkk. Perlu diingat, Sooyoung dan Kyuhyun berada di satu yayasan sekolah yang sama, hanya saja tingkatan kelas mereka yang berbeda. Sooyoung kelas 7 sedangkan Kyuhyun kelas 10. Karena Anita sangat suka dengan filmnya, Anita buatkan ceritanya dan yang pastinya bertema KyuYoung Ckckck. Dan kalau kalian sudah baca harap tinggalkan jejak berupa RCL. Niatnya mau oneshot tapi karena hasil wordnya terlalu panjang jadi twoshot. Dan nyatanya masih terlalu panjang. Malah panjang banget jadi Anita tentuin lengthnya mini series *emang ada? Kalau gak ada adain aja* dengan 5 part. Mian… belum bisa post kelanjutan My Agent, Ma Boy. Itu sebenarnya udah jadi beberapa part tapi datanya hilang *curhat mode ON* Gamsahamnida buat yang RCL *bow. Mianhae kalau ada typo *bow

 

 

 

*^^* Happy Reading *^^*

 

 

Author’s POV

 

Seoul Museum. Begitu tulisan yang terpampang jelas di depan gedung ini. Pameran foto? Sepertinya ada seorang photografer yang mengadakan pameran di sini. Suara burung-burung berkicauan terdengar di halaman museum itu. Pohon-pohon rindang. Dan langit begitu cerah.

 

Terlihat ramai. Yeoja maupun namja ada di sana hanya saja lebih dominan yeoja. Karena yeoja-yeoja itu penyuka seni membidik gambar? Entahlah. Atau ada sesuatu di sana sehingga membuat para yeoja itu betah di sana? Siapa yang tahu selain mereka. Foto-foto berjejeran di salah satu ruangan itu. Foto yang tak utuh. Bukan karena sobek atau apapun itu, hanya saja objek bidikannya – yang berupa seorang wanita yang tak utuh. Kalian mengerti maksudku?

“Mengapa anda mengambil foto jenis ini?” tanya salah satu yeoja diantara sekumpulan yeoja yang mengerumuni sang photografer. Oh my~ Photografer itu namja dengan kulit putih seputih susu dan rambut coklat yang sedikit ikal itu. Dan jangan lupakan tubuhnya yang tinggi itu. Walaupun tidak terlalu manly karena perutnya yang sepertinya tidak ber-ABS itu. Namun cukup membuat para yeoja itu terkagum-kagum dengannya. Dan sepertinya dia baru berumur 24 tahun. Sekarang apa lagi?

 

“Aku suka foto ‘close up’ karena… mereka membawa kita melihat sesuatu yang tidak bisa dilihat secara keseluruhan.” jawab namja itu. Oh my~ sekarang apa lagi? Dengarlah suara yang indah itu darinya. Dan kini kita tahu mengapa lautan yeoja di sana sangat luas.

 

“Ketika anda memotret foto ‘close up’, bagian mana yang terpenting?” tanya yeoja itu lagi.

 

“Kurasa bagian mata.”

 

“Hiks… Hiks…”

 

Namja itu pun menengok ke arah sumber suara.

 

“Mianhamnida, bayiku sedang menangis.” ujarnya kemudian melangkah mendekati bayi itu yang dia bilang dengan kata ‘bayiku’. Apakah bayi itu benar anaknya? Rupanya kehadiran bayi itu membuat yeoja-yeoja itu menghela napas mereka dengan berat.

 

“Omona~ Tampan sekali!” ujar yeoja itu setelah namja itu melangkah pergi.

 

“Sayangnya dia sudah mempunyai anak.” ujar yeoja yang lain.

 

“Annyeong nae aegi. Kau pasti lapar. Kau terlihat sangat marah.” ucap namja itu kepada bayi yang dia bilang anaknya itu. Bayi itu hanya terdiam dengan mata yang sedikit berair. Dan lihat halisnya yang tebal dan berbentuk seperti halis angry bird itu. Rupanya benar, dia benar-benar marah. Atau?

 

“Ha~ Jangan marah lagi ya.”

Kemudian namja itu menunjukkan dua buah benda berwarna hitam kepada bayi itu. Dan sepertinya itu selotip? Kemudian dia menempelkannya tepat pada halisnya. Sekarang namja itulah yang terlihat marah dengan halis angry bird – yang terbuat dari selotip hitam itu. Rupanya dia menirukan anak itu juga yang sedang memakai selotip hitamnya. Rupanya halis itu bukan halis bayi yang sesungguhnya.

 

Kemudian dia pun bersiap-siap pergi ke suatu tempat sambil membawa bayi itu dengan mendudukannya pada keranjang bayi yang digendong olehnya. Dia menghidupkan motornya dan kemudian melesat pergi membelah kota Seoul. Hendak ke manakah dia?

 

*^^* A Little Thing Called Love *^^*

 

Siapa pun kita

pasti mempunyai seseorang yang kita sukai secara diam-diam

Saat kita ingat orang itu

kita akan merasakan…

Umm…

Seperti sesak kecil di dada

Tapi kita terus menyukainya

 

Walaupun aku tidak tahu di mana dia sekarang

Apa yang dia lakukan

Tapi dialah orang yang membuatku merasakan seperti ini

Hal Kecil, yang disebut Cinta.

*^^* A Little Thing Called Love *^^*

All of us

have someone who is hidden in the bottom of the heart

When we think of him

we will feel like

Umm…

Always feel a little pain inside

But we still want to keep him

 

Even though I don’t know where is he today

What is he doing

But he is the one who makes me know this

A Little Thing, Called Love

 

*^^* A Little Thing Called Love *^^*

 

9 Years Ago (Flashback On)

 

Author’s POV

 

Empat sekawan itu terus bercanda di sepanjang jalan menuju sebuah toko makanan. Kadang-kadang setiap pulang sekolah merka selalu ke sana. Dari keempat orang itu hanya ada satu yeoja yang memiliki tubuh paling tinggi yang… berwajah kurang? Mungkin. Lihat saja kulitnyaa yang hitam itu. Dan ketiga yeoja yang lain memiliki paras yang cantik hanya saja mereka yang tidak tahu berpenampilan. Padahal wajahnya sudah cukup dikatakan cantik.

 

Mereka terus bercanda dan tertawa sampai akhirnya mereka sampai di toko itu. Sooyoung. Yeoja yang paling tinggi dan paling hitam itu berlari ke salah satu ruangan yang ada di dalam toko itu. Dia berlari menuju ruangan yang mempunyai jendela yang membuat orang-orang dapat melihat jalanan kota Busan. Ada apakah dengan yeoja itu sampai-sampai harus terburu-buru?

 

Yeoja itu meletakan tas sekolahnya dan duduk di bangku yang langsung menghadapkan pandangan kepada jendela yang tembus pandang itu. Rupanya ada seorang namja yang sedang menunggu lampu merah di dekat zebracross. Namja itu menaiki motor berwarna merahnya (yang seperti motor Park Bom di MV You and I *Mian, author nongol *bow). Namja itu terlihat baik dengan memundurkan sedikit motornya dan menjadikan orang-orang khususnya orang lanjut usia itu lebih leluasa untuk menyebrang. Dan yeoja itu hanya menghembuskan napasnya berat sambil tersenyum-senyum. Hey! Siapakah namja itu sampai-sampai membuat yeoja itu berhenti bernapas untuk sesaat?

 

“Oh, jadi kita ke sini setiap hari hanya untuk ini?” goda sahabatnya yang memiliki tubuh yang hampir sama dengan yeoja hitam itu. Rupanya yeoja berkulit hitam ini tidak menyadari atas kedatangan ketiga sahabatnya. Bagimana bisa? Jelas bisa karena namja itu.

 

“Apa maksudmu, Yuri-ah? Sepeda motornya sangat aneh.” jawab yeoja hitam itu.

 

“Hmm…”

Semua chingudeul yeoja hitam itu mendehem, termasuk dengan yeoja tadi – Yuri.

 

Kemudian yeoja yang bernama Yuri itu memegang atau lebih tepatnya menekan ibu jarinya di pipi kiri yeoja hitam itu dan empat jari tangan kirinya yang lain menekan pipi kanan yeoja itu. Alhasil bibir yeoja hitam itu manyun. Sementara tangan kana Yuri hanya menunjuk-nunjuk Sooyoung – yeoja hitam itu. Sementara dua orang sahabatnya yang lain memainkan rambut dan kacamatanya. Apakah kalian menyadarinya? Sooyoung itu memakai kacamata.

 

“Hei! Lihat dia! Lihat dia!”

 

“Dia sangat cantik! Lihat dia!”

 

“Lihatlah dia!”

 

Ketiga sahabatnya itu meneriakan kalimat itu dan terus memainkan wajah, rambut dan kacamatanya. Dan ada yang tertinggal. Mereka juga memainkan hidungnya. Sedangkan namja itu nampak berkonsentrasi terhadap jalan dan kemudian pergi dengan motornya meninggalkan tempat itu setelah lampu kembali hijau.

 

“Dia sangat pintar. Tidak heran uri Sooyoung suka padanya.” ujar salah satu temannya yang mempunyai mata seperti sebuah senyuman.

 

“Mwo? Neo michyeosseo? Tidak seperti itu kenyataannya.” bela Sooyoung. Dan yang lain hanya tertawa.

 

*^^* A Little Thing Called Love *^^*

 

Sebuah kereta melaju dengan melambat dan akhirnya berhenti di salah satu stasiun kereta api di Busan. Seorang yeoja dengan kulit agak gelap dibandingkan dengan orang-orang lain disekitarnya tengah memegangi papan dengan tulisan James Bean. Siapa itu James Bean?

 

Salah satu penumpang asing atau bisa dikatakan turis asing turun dari kereta tersebut. Dia menengok ke kiri dan ke kanan. Mencari sesuatu? Atau seseorang? Dan setah yang dicari ditemukan dia menghampirinya.

 

“Good Afternoon.” sapa yeoja itu sambil menganyunkan tangannya hendak berjabat tangan. Rupanya turis asing itu bernama James Bean.

 

“Annyeong haseyo” sapa turis asing itu dengan logat bukan Korea. Terdengar aneh. Diapun mengucapkan salam sambil membungkuk seperti orang Korea. Rupanya ada missing diantara keduanya. Yang satu menirukan adat pengunjung itu. Dan yang satunya lagi menirukan adat tempat dia berada sekarang.

 

Kemudian akhirnya mereka berjabat tangan.

 

“Follow me.” ujar yeoja itu

 

Kemudian turis itu pun melangkah ke arah kiri sang yeoja.

 

“No.”

 

Kemudian yeoja itu sedikit menarik tangan hasil jabatan tadi yang belum terlepas dan berjalan ke arah kanannya. Rupanya yeoja itu pintar berbahasa inggris.

 

*^^* A Little Thing Called Love *^^*

 

Suasana tampak ramai di dalam rumah makan sederhana itu. Rumah makan itu menyediakan makanan khas Korea seperti kimchi, bulgogi dan yang lain. Seorang yeoja tengah berjalan mondar-mandir mencatat pesanan setiap pelanggan yang berdatangan. Sepertinya itu rumah makan keluarga. Dan pemiliknya keluarga yeoja itu.

 

“Annyeong haseyo.” sapa pelanggan yang baru saja datang.

 

“Annyeong haseyo.” jawab seorang ahjumma sambil membungkuk hormat kepada pelanggannya.

 

“I want a traditional Korean food. It is Kimchi, isn’t it?” ucap pengunjung itu menyampaikan pesanannya.

 

“Yes. We have a lot of traditional Korean food here.” jawab ahjumma itu.

 

Kemudian ahjumma itu segera ke dapur guna memasakkan semua pesanan. Selain menjadi kasir, ahjumma pula menjadi koki. Benarkan, ini rumah makan keluarga yang sederhana.

 

“Eomma, ada yang pesan nasi goreng kimchi untuk sarapannya.” teriak yeoja itu kepada eommanya yang berada di dapur setelah dia mencatat pesanannya.

 

*^^* A Little Thing Called Love *^^*

 

Yeoja hitam itu pun memasuki ruangan yang disebut dengan dapur. Nampak eommanya sedang memasak. Di sana juga terdapat adiknya yang sedang memegang buku cerita sambil duduk di atas meja yang sebagian sisinya penuh dengan bahan masakan. Yeoja itu pun menjahili yeodongsaengnya yang sedang membaca dengan menggebrak buku itu *tau kan maksudnya*. Kemudian dia berlari kecil ke arah eommanya setelah dia mendapati adiknya yang telah berhasil ia jaili. Eomma dari kakak-beradik itu hanya tersenyum sambil menyiapkan masakannya.

 

“Younggie~ Setelah melayani meja itu, kau pergilah ke pasar untuk ibu.” titah ibunya sambil memotong bahan makan.

 

“Ye.” jawab yeoja yang disebut Younggie itu.

 

“Mm… Manisnya.”

 

Kemudian sang eomma beralih ke penggorengan dan membolak-balikan masakannya.

 

“Bagaimana dengan sekolahmu?”

 

“Bagus. Aku masih bersama Yuri, Tiffany dan Hyoyeon.” jawab Sooyoung sambil menutup kembali mayonaise yang tadi ia buka.

 

“Tidakkah kalian bosan. Kalian telah bersama sejak kalian TK?” tanya eommanya lagi.

 

“Dia tidak ada pilihan. Wajahnya jelek. Tidak ada yang mau dengannya.” ujar yeoja yang sedari tadi sibuk dengan bukunya.

 

Sooyoung pun menarik rambut adiknya yang dikuncir kuda itu. Dia kesal dengan adiknya.

 

“Yak!”

 

Kemudian adiknya itu memukul tangan kakaknya dengan buku yang dia baca.

 

“Ya~ Teman adalah teman. Bukan dari tampangnya saja.”

 

Eomma kedua yeoja itu berusaha menasihati keduanya, terutama yeoja yang lebih muda itu sambil terus menjalankan pekerjaannya yaitu memasak.

 

“Keundae, bukankah itu hal yang paling penting? Aku beruntung bisa secantik eomma. Jika aku terlihat seperti Sooyoung dan appa, aku pasti akan kesulitan mendapatkan namjachingu nantinya.”

 

Sooyoung pun berusaha kembali untuk menarik rambut adiknya tapi gagal karena adiknya langsung menyerang dengan bukunya. Dan serangan balasan adiknya pun juga tidak mengenai objek sasaran. Kelakuan keduanya pun terus berlanjut sampai eommanya yang menengahi mereka.

 

“Hei! Geuman! Geumanhae!” ucap eomma keduanya sambil mengayunkan kedua tangannya untuk menengahi anak-anaknya yang sedang bertarung kecil.

 

“Kalian sudah besar, tapi masih saja seperti anak kecil.” nasehat eommanya.

 

“Sulli, kau juga. Jangan bicarakan appamu seperti itu. Jika appamu tahu, dia bisa sedih.” tambahnya.

 

“Nah, sekarang pergilah.” Eomma pun menyuruh Sooyoung untuk pergi setelah memberikan kepada mereka sedikit nasehat.

 

Sebelum Sooyoung benar-benar pergi, Sooyoung berjalan keluar dan menggebrak buku adiknya kembali dan kemudian pergi berlari keluar.

 

“Appa sedang di Amerika. Dia tidak mungkin tahu.” bela Sulli dan kemudian melanjutkan acara membaca bukunya. Eommanya hanya menggeleng-gelengkan kepalanya.

 

*^^* A Little Thing Called Love *^^*

 

Siang itu matahari sangat terik. Sooyoung pun berjalan-jalan sebentar di jalanan Busan dengan memakan ice cream chocomint kesukaannya.

 

Sooyoung’s POV

 

Hari ini begitu panas. Memakan ice cream sungguh menyenangkan. Aku pun terus menjilati ice creamku.

 

“Meow~”

 

Braak…

 

“Kya~” teriakku sambil menutup mata.

 

Kemudian aku pun membuka mataku perlahan-lahan. Aku yakin akibat gerakan kagetku tadi, bibirku belepotan dengan ice creamku. Tetapi aku menghiraukannya. Aku lebih fokos untuk hal lain. Yang ku dapati adalah seorang namja yang baru saja melompat turun dengan sedikit menekukkan kakinya. Menahan berat badannya? Mungkin. Dia perlahan bergerak bangkit berdiri tegak seiring dengan gerakan melebarnya kelopak mataku dan arah gerakan kepalaku yang terus menatapnya dari dia yang sedikit menekukan kakinya sampai dia berdiri tegak. Dan akhirnya dia berdiri tegap dihadapanku. Lihatlah! Betapa tingginya dia! Dan jangan lupakan kulit putih pucatnya. Sangat berbeda denganku.

 

“Persik?” ujar namja itu sambil menyodorkan dua buah persik dengan tangkai yang menyatu. Kenapa persik? Mungkin karena ini adalah musim semi. Persik tumbuh pada musim itu. Aku hanya melongo tetapi tetap menerima pemberiannya. Ya Tuhan! Mimpi apa aku semalam? Mengapa malaikat bisa jatuh turun ke bumi? Di hadapanku pula? Kya~ Malaikatku!

 

Dia pun beranjak pergi dan kemudian berhenti beberapa meter di depanku. Kemudian dia menurunkan sesuatu dari tangan kirinya dan tangan kanannya memegang persik. Oh, bukankah itu seekor kucing? Dan ternyata dia menurunkan kucing itu dari pangkuannya dan memberikannya pada seekor kucing yang lebih besar. Kurasa kucing kecil itu adalah anak dari kucing besar itu. Aku hanya tersenyum melihat tingkah lakunya.

 

“Kau mau persik?” tawarnya lagi kepada seorang yeoja yang lain. Dan itu membuatku melongo lagi. Ku kira hanya aku saja yang diberi persik olehnya. Sungguh terlalu percaya dirinya aku.

 

*^^* A Little Thing Called Love *^^*

 

Author’s POV

 

Mereka berempat duduk di bangku taman sekolahnya. Sedang mengerjakan tugas? Entahlah.

 

“Murid kelas sepuluh pintar semua.” ujar Yuri.

 

“Ne. Kita di sekolah wanita dari TK. Sungguh membosankan.” ujar Hyoyeon sambil memegangi kedua sisi buku yang berada di hadapannya.

 

“Sudah selesai dihitung?” tanya Hyoyeon kepada teman-temannya.

 

“Tiffany dapat 28.” ucap Tiffany.

 

“25-35. Namja yang cocok denganmu adalah namja yang berkarakter pemimpin.” ujar Hyoyeon membacakan tulisan yang tertera di buku yang dia pegang itu.

 

Rupanya mereka bukan sedang mengerjakan tugas sekolah, melainkan mencoba meramalkan pasangannya. Sungguh tidak terduga.

 

“Kau akan sangat hangat. Begitu juga dengan dia.” tambah Hyoyeon lagi.

 

“Siwon oppa, ketua OSIS.” tambah Hyoyeon sekali lagi. Mereka berempat serempak melihat ke arah Siwon, siswa kelas 11.

 

“Eoh~” respon mereka serempak.

 

“Yuri dapat 15.” ucap Yuri.

 

“15-25. Namja yang cocok denganmu adalah namja dengan tipe olahragawan. Jadi pastinya Taecyeon oppa sebagai pemain basket.” ujar Hyoyeon. Mereka berempat serentak melihat ke arah Taecyeon, siswa kelas 10.

 

“Ya~” goda mereka bertiga kepada Yuri. Yuri hanya tersenyum malu dan mendorong Hyoyeon yang berada di bangku panjang itu yang duduk di tempat paling kanan dekat Yuri.

 

“Yak!” teriak Hyoyeon setelah jatuh dari bangku akibat ulah Yuri.

 

Hyoyeon bangkit dan kemudian duduk di dekat Yuri lagi.

 

“Untukku pastinya seorang mafia.” ujar Hyoyeon.

 

“Ne, kau benar. Untuk kau pastinya Eunhyuk oppa. Dia kan agak liar.” ujar Yuri menanggapi. Hyoyeon hanya tersenyum malu sambil meremas buku yang dipegangnya.

 

“Sooyoung dapat 40.” ucap Tiffany yang duduk di dekat Sooyoung.

 

“Namja yang cocok untukmu adalah namja penyuka seni.” ujar Hyoyeon.

 

“Siapakah dia?” kata temannya yang lain. Mereka sibuk memikirkan namja yang kemungkinan berjodoh dengan Sooyoung.

 

Sooyoung nampaknya tidak memperhatikan ataupun mendengarkan teman-temannya. Dia lebih memilih memerhatikan namja yang sedang bermain bola sepak dengan memakai selotip hitam di halisnya. Malaikatnya. Menurutnya sangat lucu sehingga dia sedikit tertawa. Tertawa kecil.

 

*^^* A Little Thing Called Love *^^*

 

“Mengapa setiap pelajaran bahasa inggris kalian selalu muram?” ucap Song Seonsaengnim. Dia merupakan guru bahasa inggris sekaligus wali kelas Sooyoung.

 

“Bergembiralah seperti pada jam istirahat.” ucap Song Seonsaengnim lagi sambil membagikan kertas hasil ulangan bahasa inggris.

 

Kemudian Song Seonsaengnim sampai di bangku Sooyoung dan menyerahkan hasil ulangannya. Sooyoung langsung tersenyum ceria mendapati nilai ulangan bahasa inggrisnya yang bagus. Bukankah kalian sudah tahu kalau dia pandai bahasa inggris?

 

“Jangan tersenyum, Sooyoung. Kau pintar dalam bahasa inggris tapi di pelajaran lain… So Bad!” ucap Song Seonsaengnim sambil melangkah menuju papan tulis. Sebelum benar-benar sampai dia bergumam.

 

“Dasar hitam!”

 

“Hari ini kita belajar vokal dan grammar dari lirik lagu. Bagikan liriknya!” titah Song Seonsaengnim kepada salah satu anak muridnya.

 

Yuri dan Tiffany sedang menuliskan sesuatu di bukunya. Kemudian dia berikan buku itu kepada Sooyoung yang duduk bersebelahan dengan mereka.

 

(Yang tertulis)

Namanya Cho Kyu Hyun

Murid baru kelas 10

Tapi masa lalunya sungguh buruk

Dia pasti dikutuk

 

Sooyoung dan Hyoyeon yang duduk sebangku membaca tulisan itu. Kemudian Sooyoung pun membalas dengan menuliskan ‘Jeongmalyo?’. Dia pun memberikan buku itu kepada Tiffany.

 

“Anak-anak, dari kata ‘Inspiration’ hurup A diubah menjadi E.” terdengar suara guru menerangkan.

 

“Makanya menjadi, ‘Inspire’”

 

Kemudian Yuri menuliskan balasan untuk Sooyoung. Dan Tiffany memberikannya pada Sooyoung.

 

“Anak-anak, itu menjadi kata kerja atau verb.”

 

(Yang tertulis)

Dua orang yeoja keluar dari sekolah karenanya.

Aku tidak menyangka

Jangan dekati dia

 

“You know?” tanya guru itu.

 

“Yes!” jawab mereka serempak selain Yuri dan Tiffany yang asyik mengobrol itu.

 

“Temanku dulu satu sekolah dengannya.” kata Yuri berbisik.

 

“Jeongmal?” tanya Tiffany.

 

“Ye. Itu benar.” jawab Yuri.

 

Kemudian ada sebuah tangan yang memberikannya secarik kertas dan meletakannya di atas meja Yuri dan Tiffany. Kemudian Yuri membacanya.

 

“Apa yang sedang kalian bicarakan.” ucap Yuri dan Tifanny membaca isi kertas itu.

 

Yuri pun menjawab dengan menuliskan ‘Itu urusanku’ dan memberikan kepada orang yang memberikan kertas itu tanpa melihat wajahnya. Dia masih melanjutkan acara berbisik-bisiknya bersama Tiffany.

 

Kemudian kertas itu datang kembali dan Yuri dengan Tiffany pun membacanya.

 

“Tapi aku sedang mengajar.”

 

“Sedang mengajar?”

 

Kemudian mereka pun menoleh dan tersenyum kikuk karena mendapati gurunya di sana.

 

“Yuri, stand up!”

 

Song Seonsaengnim sedikit menggebrak meja Yuri.

 

“You are the inspiration, apa artinya?” tanya Song Seonsaengnim.

 

“Apa artinya?” ulangnya.

 

Yuri pun melirik-lirikan matanya. Siapa tahu ada yang membantunya untuk menjawab pertanyaan itu. Dan ketika matanya melihat ke arah Sooyoung, Sooyoung pun memberikan sebuah contekan.

 

“Oh~, kau adalah inspirasi.” jawabnya takut.

 

Song Seonsaengnim pun tersenyum.

 

“Yes. Kau adalah inspirasi.” ulang guru itu. Tidak beberapa lama guru olahraga Byun Seonsaengnim melewati kelas Sooyoung dan teman-temannya. Song Seonsaengnim pun langsung terpana melihat Byun Seonsaengnim tersenyum ke arahnya. Memang dia telah menyukai guru olahraga itu.

 

“Kau adalah inspirasi. Benar, itu adalah hal yang harus kita… Bahkan aku… Aku cinta…” gumam Song Seonsaengnim sambil melangkah mendekati pintu kelas dan tiba-tiba tersadar melihat mimik muka yang ditunjukan siswa-siswi kepadanya.

 

“Sit down!” titah guru itu kepada Yuri setelah kesadarannya pulih.

 

“Thank you, teacher.”

 

“Allright. Baca kalimat ini bersama-sama!”

 

Sooyoung pun keluar kelas setelah meminta izin kepada gurunya. Hendak ke manakah dia? Sepertinya dia akan ke toiet terlihat dia yang sedang mengarah kepada toilet yeoja. Tapi mengapa dia tiba-tiba berhenti? Dan mengapa dia melirik ke lingkungan sekitar. Oh, ternyata bukan toilet yang ditujunya.

 

“Again.” suara gurunya masih terdengar.

 

Sooyoung pun menaiki tangga tempat kelas yang lebih tinggi berada. Dia sedikit berlari. Nampaknya dia takut ketahuan berbohong.

 

Dia berlari dan berhenti sampai kelas 10-2. Ada apakah di sana? Dia kemudian melanjutkan langkahnya. Ternyata bukan kelas 10-2 tujuannya melainkan kelas… 10-1. Dia pun melirik keadaan kelas 10-1 itu dan mendapati malaikatnya – Kyuhyun yang baru dia ketahui namanya sedang menalikan sesuatu dengan tali. Menalikan apa?

 

Sooyoung’s POV

 

Aku pun menengokan kepalaku sedikit ke arah kelas 10-1. Omona! Dia benar-benar ada di sana. Kemudian aku melanjutkan langkahku yang melambat saat di depan kelasnya. Aku senang telah melihatnya sampai aku mengayunkan tanganku terus. Aku melanjutkan langkahku karena aku tidak mau memuatnya curiga dengan hanya berjalan sekedar untuk melewati kelasnya, walaupun dia tidak melihatku yang sedang melihatnya tadi. Kya~ Dia sangat tampan!

 

Author’s POV

 

“Hei, Yunho. Kerjakan soal ini!” perintah guru yang ada di dalam kelas Kyuhyun. Kyuhyun pun langsung membenarkan duduknya.

 

‘Mati aku!’ batin Kyuhyun.

 

Dan ketika Yunho akan maju ke papan tulis sesuatu terjadi. Meja-meja di sekelilingnya mendekat ke arahnya. Dan ada tali di meja-meja itu.

 

“Siapa pelakunya?” tanya seonsaengnim yang tengah mengajar di kelas.

 

Dan siapa lagi pelakunya kalau bukan si evil Kyuhyun. Nampak seorang gadis yang berparas cantik, polos dan baik tertawa atas kelakuan dari teman sekelasnya – Kyuhyun. Siapakah gadis yang sekelas dengan Kyuhyun itu?

 

Sooyoung’s POV

 

Aku pun kembali lagi ke arah jalan yang sama. Aku ingin melihatnya lagi. Dia membuatku kecanduan! Kurasa ini sudah terlewat beberapa menit dihitung dari aku berjalan di depan kelasnya tadi. Tidak akan membuat kecurigaan. Kkkkk~

 

Tapi apa yang kulihat? Dia tidak ada di kelasnya melainkan di depan kelasnya dan berdiri dengan satu kaki. Kalian bayangkan, di depan kelas! Ini cukup dekat! Dia kemudian mengeluarkan sebuah benda di dalam sakunya dan memberikan isyarat dengan jari yang menempel pada bibirnya. Isyarat yang menyatakan bahwa aku tidak boleh berisik. Aku pun menghentikan langkah kakiku tepat di depannya. Kemudian dia memasangkan benda yang tadi di dalam saku ke telinganya. Rupanya itu sebuah headset. Dia pun mendengarkan lagu dari headsetnya itu dan kemudian menari-nari tidak jelas sambil menggoyangkan pinggulnya. Padahal dia berdiri hanya menumpu pada satu kaki. *Posenya jadi seperti goyang ngebor milik Inul #abaikan*. Aku pun berjalan menjauh dengan pelan tetapi tetap dengan pandanganku yang melihat ke arahnya. Dia bergoyang sambil menutupkan matanya. Aku pun berbalik dan tertawa kemudian berlari menjauh karena saking senang.

 

*^^* A Little Thing Called Love *^^*

 

Aku pun menjadi sering melihatnya yang sedang diteriaki para yeoja yang membuatku kesal atau mungkin cemburu? Entahlah. Sekarang aku lebih seperti penguntit atau sasaeng fansnya saja.

 

*^^* A Little Thing Called Love *^^*

It’s because of you that come to me

To stay in my heart every night and day

The world has pathway

This world has stairs

Has love and heart

That lead us to meet each other

In this world

Has two of us

 

*^^* A Little Thing Called Love *^^*

 

Di kantin. Di lorong. Di taman. Di lapang. Aku selalu menyempatkan untuk melihatnya. Kadang-kadang aku sengaja membuat diriku berpapasan dengannya. Tapi aku bertingkah seolah-olah tidak ada apapun. Dia sangat tampan dengan rambut ikal coklatnya, kulit putih pucatnya dan tubuh tingginya. Hidupku sangat indah. Aku suka melihat dia yang tertawa bersama teman-temannya. Semua yang ada pada dirinya membuatku bahagia.

*^^* A Little Thing Called Love *^^*

 

In this world

Has two of us

 

*^^* A Little Thing Called Love *^^*

 

Author’s POV

 

Seperti biasa, Kyuhyun akan latihan bermain bola sepak dengan teman-temannya. Dia merupakan anggota tim bola sepak dari sekolahnya.

 

“Kau hebat. Kapan mendaftar menjadi penyerang?” tanya Sungmin teman Kyuhyun. Kyuhyun baru saja mencetak gol atas permainan mereka.

 

“Begini saja sudah cukup menyenangkan.” jawabnya sambil merangkul pundak temannya.

 

“Kau masih takut? Baiklah.”

 

Sooyoung’s POV

 

Sekarang aku sedang membagikan minuman gratis (hanya air putih dingin) untuk semua penonton yang tengah duduk di bangku yang dibentuk sedemikian rupa sehingga mirip dengan stadium bola sepak, hanya ukurannya yang kecil. Para yeoja yang tengah menonton permainan bola dari Kyuhyun oppa hanya bisa berteriak histeris saat Kyuhyun oppa mencetak gol.

 

“Kyuhyun oppa! Kyuhyun oppa!” panggil seorang yeoja di pinggir lapangan. Dia bukan murid sekolah ini terlihat dari seragam kami yang berbeda. Untuk apa dia kemari? Dan ada apa dengan bajunya? Apakah roknya itu adalah bahan sisa? Pantas kurang bahan. Dan lagi mengapa dia memanggil Kyuhyun oppa? Dan tunggu dulu, bukannya dia…

 

“Aku segera kembali.” Ucap Kyuhyun oppa pada teman-temannya.

 

Ucapan apa itu? Menyebalkan! Kenapa dia harus menemui yeoja itu… lagi? Ternyata dia adalah yeoja yang waktu beberapa hari yang lalu juga diberi mangga oleh Kyuhyun oppa.

 

“Siapa gadis itu?”

“Yang mana?”

 

“Dia pikir siapa dia sampai Kyuhyun oppa harus menemuinya.”

 

Terdengar riuh dari para yeoja yang ingin tahu siapa yeoja yang berbicara dengan Kyuhyun oppa sekarang. Hey! Di sini bukan kalian saja yang penasaran tapi juga aku!

 

“Mungkin dia adalah yeoja yang dipakai Kyuhyun oppa untuk…”

 

“Andwae!” teriakku keras sampai mengheningkan murid-murid yang tengah duduk di stadium yang tadinya ribut. Mereka memandangku dengan aneh. Ok. Aku malu sekarang.

 

“Joesonghaeyo~ joesonghaeyo~” ucapku sambil membungkuk beberapa kali. Kemudian dalam sekejap penonton menjadi riuh kembali.

 

*^^* A Little Thing Called Love *^^*

 

Bukk

 

Aku menutup buku yang tadi aku baca di atas ranjang sempitku. Melanjutkan dengan meloncat dari tempat tidur dan bercermin. Berpose begini dan begitu. Aku kira wajahku cukup cantik. Berpose sambil jari tangan kananku berbentuk V. Ber-aegyo. Berpose mengerucutkan bibir. Dan berpose exotis. Dan kenyataannya memang benar… Wajahku memanglah mengerikan.

 

“Im ahjussi! Eomma, Soo eonni, Im ahjussi ada di sini!” teriak Sulli dari bawah. Memang kamarku ada pada tingkat kedua.

 

Aku pun segera berlari turun untuk melihatnya.

 

“Annyeong haseumnika. Bogoshippeoyo, Im ahjussi!” rindu Sulli pada Im ahjussi

 

“Im ahjussi! Ahjussi~” manjaku. Aku bergelayut di tangan kiri Im ahjussi sedangkan Im ahjussi sedang menyandarkan tubuh bagian kanannya pada dinding rumah.

 

“Annyeong haseyo Im oppa.” sapa eomma.

 

Hah~

 

Im ahjussi langsung menggeleng-gelengkan kepalanya dan mengerjapkan matanya.

 

“Eoh. Sulli rupanya kau. Lama tak jumpa tapi rambutmu masih bau.” ujar Im ahjussi sambil mencium puncak kepala Sulli. Kkkk~ Memang Sulli paling malas untuk keramas.

 

“Eoh, Sooyoung kau sudah besar sekarang.”

 

“Eoh, Jihyeon.”

 

Dukk

 

Im ahjussi tiba-tiba menyandarkan tubuh bagian kanannya lagi ke dinding rumah.

 

“Kau ketiduran?”

 

“Ye. Aku masih sulit beradaptasi karena dari USA.” ujarnya kemudian menyandarkan tubuhnya lagi.

 

“Yak~”

 

*^^* A Little Thing Called Love *^^*

 

Author’s POV

 

Pria yang sudah berumur lebih dari 40 tahun itu tengah makan dengan lahapnya. Kegiatannya agak sedikit terganggu dengan pertanyaan dari yeoja yang merupakan anak temannya. Walaupun kegiatan makannya terganggu tetap tidak membuat dirinya kehilangan napsu makan.

 

“Apakah ayahku segendut dirimu?” tanya yeoja yang bernama Sooyoung itu.

 

“Dia kerja sebagai asisten koki. Dia harus mengangkat baki makanan. Dia sungguh kerja keras.” Jawab Im ahjusshi dengan suaranya yang nyaring. Sungguh aneh memikirkannya. Padahal dia seorang namja.

 

“Dia juga memberi foto untuk kalian.”

 

Ahjusshi itu mengambil sebuah foto dari tas yang dibawanya dan tas itu dia simpan begitu saja di atas lantai dekat dengan kakinya. Kemudian dia pun memberikan foto yang berukuran seperti kertas A4 itu kepada Sooyoung.

 

“Mana? Aku ingin melihat! Aish~” ribut adiknya Sulli ingin melihat foto itu.

 

“Yak! Mengantrilah!” bentak kakaknya.

 

Kemudian Sooyoung pun memperlihatkan foto itu kepada eommanya. Eommanya hanya tersenyum melihat foto itu. Di foto itu ayahnya sedang berpose dengan hati yang dibentuk oleh jari tangannya.

 

“Oh~ Hyun-ah. Suamimu juga bilang bahwa dia akan mengirimkan uang akhir bulan ini.” Apakah suara ahjusshi itu tidak bisa sedikit maskulin?

 

“Dan dia juga bilang bahwa… ekhm~”

 

Im ahjusshi pun berdiri menghampiri Sooyoung eomma dan kemudian menyandarkan tangannya bergaya maskulin. Tetapi tetap saja tidak terlihat dengan apa yang dia inginkan.

 

“Yeobo, aku berjanji rumah ini tak akan disita. Hyun-ah dan putri-putriku, bersabarlah.” Ucap Im ahjusshi dengan nada tegas, syarat akan menunjukan gaya bicara Sooyoung appa saat berbicara untuk menitipkan pesannya.

 

“Appa seharusnya datang mengunjungi kami.” Kembali Sooyoung berucap, terdengar lirih dari ucapannya itu.

 

Kemudian ahjusshi itu duduk kembali ke tempat semula saat dia makan tadi.

 

“Appamu bilang kepadaku jika ada yang mampu menjadi juara satu akan aku kirim tiket menuju Amerika.”

 

“Ha!”

 

Kemudian kedua yeoja itu pun berseru senang. Apalagi Sooyoung, dia bertepuk tangan akan hal ini. Kegiatan berseru kemudian terhenti dengan intrupsi dari adiknya.

 

“Keundae, tiket ke Amerika kan mahal. Apakah benar akan dikirim?”

 

Sooyoung yang menyadari bahwa ucapan adiknya ada benarnya juga langsung terdiam tak bersemangat dengan tangan kanannya yang menopang dagunya.

 

“Karena dia tahu, itu akan sangat sulit untuk Sulli dan Sooyoung.” Seru eommanya.

 

“Geurae, aku akan meraih juara satu. Lihat saja, appa.” Ucap Sooyoung penuh keyakinan sambil menatap foto ayahnya itu.

 

“Dihitung dari akhir.” Ledek adiknya. Alhasil tangannya yang menyangga foto itu tergelincir dari atas meja.

 

*^^* A Little Thing Called Love *^^*

 

Hari itu cuaca sangat panas. Tidak ada alasan lain selain karena musim itu adalah musim panas. Nampak murid-murid yang didominasi oleh kaum yeoja sedang mengantri di depan kantin minuman kecil di dekat lapang. Sebenarnya ada kantin yang lebih bagus dan lebih besar tetapi letaknya yang terdapat di dalam gedung sekolahnya yang membuat mereka enggan untuk ke sana. Ada hal yang menurut mereka menarik untuk di lihat di luar gedung daripada sekedar makan atau minum di kantin di dalam gedung itu. Apalagi kalau bukan untuk menonton kakak kelas yang sedang berolahraga bola sepak. Mereka terlihat keren!

 

“Ahjumma, dua merah dan dua hijau.” Pesan salah satu gadis yang mengantri di sana. Siapa lagi kalau bukan Sooyoung si pemilik kulit gelap dan tubuh tinggi kurus itu. Tidak ada yang menyamainya di sekolah ini.

 

Tiba-tiba datang seorang namja dan langsung mendorong tubuh Sooyoung dengan badannya sambil membawa bola basket. Dia memesan tanpa ingin mengantri. Akibatnya Sooyoung terhuyung ke samping dan menabrak teman-temannya, Yuri, Tiffany dan Hyoyeon.

 

“Ahjumma pepsi dua. Yang cepat.” Namja itu memesan apa yang dia inginkan.

 

Kebisingan itu tak luput dari telinga namja terkeren di sekolah itu yang sedang bermain bola sepak.

 

“Hei! Apa yang kau lakukan?” tanya yeoja berkulit gelap itu yang tak terima diperlakukan seperti tadi.

 

“Maaf, aku lelah dan haus. Ada masalah?” tanya teman orang yang mendorong tubuh Soyoung tadi.

 

“Kami adalah tim sekolah. Kau sudah dengarkan. Tolong biarkan pria, anak-anak dan pemain basket. Dan aku pemain basket-” Tambah orang yang memegang bola basket itu.

 

“Ahjumma, empat pepsi untuk pemain sepak bola.”

 

Ucapan itu sukses menghentikan omongan pemain basket itu. Mereka hanya memandang kearah namja yang memesan minuman dengan santainya.

 

Namja itupun berbalik sambil memegang keempat minuman itu tanpa takut ada yang terjatuh. Tangannya kekar dengan telapak tangan yang kuat. Oh~ Sooyoung langsung terpana dengan kelakuan namja berkulit putih pucat dengan rambut coklat yang agak ikal itu. Dia membawa minuman itu menuju Sooyoung.

 

Semua orang yang ada di sana hanya menyaksikan kejadian itu dengan pandangan yang berbeda-beda. Dan kedua pemain basket itu tak suka dengan tindakan sok pahlawan namja itu.

 

Bagai slow motion namja itu menhampiri Sooyoung. ‘Yak! Dia kemari! Dia kemari! Batin Sooyoung berteriak senang.

 

“Ige, pepsi ne?”

 

Lama Sooyoung menatap namja itu hingga beberapa detik kemudian tersadar.

 

“Ah… N-ne. Kamsahamnida.” Ujar Sooyoung setelah mengumpulkan kesadarannya.

 

Kyuhyun pun pergi dengan tenangnya.

“Sialan!” umpat namja basket tadi.

“Dia rupanya mencari gara-gara denganmu, Donghae.” Ujar Eunhyuk.

 

*^^* A Little Thing Called Love *^^*

 

Di ruangan yang terdapat banyak peralatan olahraga. Ruangan itu adalah tempat penyimpanan alat olahraga yang terletak di sekolah bagian belakang. Suatu hal terjadi.

 

“Neo!”

 

Buk!

 

Donghae memberikan tinjunya pada Kyuhyun. Kemudian Eunhyuk mendekati Kyuhyun dan menatapnya dengan menempakan seolah-olah berkata ‘Kau berani padaku?’

 

“Hey, biar aku saja.” Ujar Donghae tapi tak ditanggapi oleh Eunhyuk. Eunhyuk terus saja melangkah mendekati Kyuhyun.

 

*^^* A Little Thing Called Love *^^*

 

“Hei Soo! Mereka berkelahi di belakang sekolah!”

 

“Mwo?”

 

Sooyoung pun turun dari motor Yuri kemudian berlari dengan membawa minuman pemberian Kyuhyun tadi. Dia berlari kembali ke sekolahnya.

 

“Hei Soo! Naik motor bukannya lebih cepat!” teriak Yuri.

 

Sepertinya kerja otak Sooyoung menjadi lambat jika sudah ada suatu hal yang menyangkut tentang Kyuhyun. Dia terlihat bodoh dengan wajah bingungnya itu.

 

Sooyoung kembali berlari ke arah Yuri dan mereka berempat –Sooyoung, Yuri, Tiffany dan Hyoyeon kembali ke sekolah dengan menaiki sepeda motor. Yuri dengan Sooyoung dan Hyoyeon dengan Tiffany.

 

“Ppalli jumun!”

 

*^^* A Little Thing Called Love *^^*

 

Kyuhyun menatap balik Eunhyuk. Tatapannya seolah-olah membunuh siapapun yang melihatnya. Dengan mata dinginnya itu nyali Eunhyuk menciut. Diapun berjalan mundur seraya berkata. “Ku serahkan padamu, Hae”

 

“Kau ingin menjadi pahlawan provinsi seperti ayahmu?” ujar Donghae.

 

“Ayahmu tidak sukses saat tendangan penalti.” Sambungnya.

 

“Hei kalian tahu tidak! Provinsi kita tidak mendapat juara Nasional karena ayahnya… Tak akan ada kesempatan seperti ini lagi. Persetan dengan ayahnya.”

 

Kyuhyun yang tidak bisa menahan nafsunya kemudian meninju wajah Donghae. Perkelahian dimulai…

 

*^^* A Little Thing Called Love *^^*

 

Mereka tiba tapi sayangnya mereka terlambat.

 

“Sayang sekali. Aku ingin melihat Donghae dihajar”

 

“Ayo pergi.” Ujar Yuri.

 

Sooyoung menundukan badannya dan menemukan sebuah kancing yang kotor oleh sedikit noda darah.

 

“Soo-ah. Kau akan meminum minuman dari Kyuhyun oppa? Kenapa tidak dibuang jika tidak diminum.” Keluh salah satu temannya. Dia pegal harus menggantikan Sooyoung memegang minumannya.

 

*^^* A Little Thing Called Love *^^*

 

“Jangan diminum… Kalau begitu kenapa di simpan di kulkas?” gumam Sooyoung eomma yang menemukan segelas minuman di dalam lemari pendingin.

 

*^^* A Liitle Thing Called Love *^^*

 

Sooyoung menggambar garis melengkung di atas kancing yang dia temukan tadi. Kancing itu terlihat seperti tersenyum dengan kedua mata dari lubang benang kancing dan bibir dari tinta spidol hitamnya.

 

Chu~

 

To Be Continued…

Iklan

43 pemikiran pada “[Short Story] A Little Thing Called Love | Part 1

  1. Aku juga suka sama film nya!
    mario nya cakep bgt.. Sama kayak kyu yg jg luar biasa cakep >.< kekeke~
    ditunggu kelanjutannya aja..

  2. Lanjuttt chingu! Aku juga suka bgt sama film thailand satu ini. Marior maurer nya ganteng bgt yah mirip2 kyuhyun gtu deh hhe. Next nya ditunggu jgn lama2 hwaiting!^^

  3. Ping balik: [Link FF] A Little Thing Called Love Part 1 | Kyuyoung Shipper Indo

  4. aaaa~ suka bgt sama film ini! P’Shone nya ganteng gak ketulungan deh, asal gak denger suaranya hahaha
    Oya chingu ada typo tuh yang kamu nulis ‘mangga’ padahal kamu sebelumnya nulis ‘persik’ . Mungkin kebawa cerita aslinya ya? Gokil bgt nih film. Terus kalo saran dari aku , kamu nempatin ‘tbc’nya disaat-saat yg seru jadi bg yg belum nonton bakal penasaran bgt sama kelanjutannya.

  5. keren. tapi aku masih susab ngebayangin castnya diganti. waktu baca bayangannya mario maurrer sama nam mulu thor….

  6. Wahh penasaran nih anak yg kyu gendong itu anak siapa? *y anaknya kyu lah -_- *plak tp sama siapa?
    Penasaran nih
    Nextnya cpt ne 🙂

  7. first, nostalgia Pi Shone, second byangin soo,yuri,hyo,tiffani kya anak2 d filmya. ya Allah tiffany item dong,haha. gak lupa jd inget guru b.ing yg blng ” undestand”. seru bgt thor, dlnjut pokony

  8. Wahh…ceritanya bener sama ya sma filmnya…
    Aku suka sama filmnya, pastinya aku jga suka ff ini. Hehe..
    next ya, Semangatt!!!

  9. Ya ampuuuuunn akhirnya ada juga yg kepikiran buat versi kyuyoungnya. Aku suka bgt ama filmnya. Ditonton berkali kali ga ada bosennya deh. Aaaaaàaaaaaa gamshamnida udah bikin versi kyuyongnya :)) lanjutannya jangan lama2 yaa hehehe~~

  10. Itu film thailand yg paling aku suka dari dulu haaaaaaaaa mario cakep apaklgi dbikin ver kyuyoung daebak!!

  11. little thing crazy called love versi korea !!! hahhaa 😀
    lanjutkan thor !! suka sma ceritanya ^^
    btw, si yuri jd cewe yg gendut itu ?? trus hyoyeon jd yg bogel itu ?? omegoott :O *bias gueee*
    tp gapapa siih. lucuuuuu !!! wkwkwk :p

  12. akh ga bisa bilang apa2 seriusan ending mereka bersatu dan bhagia. gak nyangka jga mreka terpisah karena ulah appa mereka berdua. akhirnya seneng liat uri kyuyoung bersama hihiw 🙂 ditunggu karya2mu yg lain ya 🙂 ttp semangat!!

  13. bagus dh klo ne ad vers kyuyoung bnran. cuz,ak sdh prnh nonton flim asliny…
    sweet bgt

    dr t cwe jelek sejelek-jelekny sampai t cwe secantik-cantikny t cwo ttp cinta hheee

  14. Next nya cpt y thor ….
    Walaupun dah nonto film nya …
    Tpi ttp kepo yg versi kyuyoung …..

  15. sebelumnyaa aku udah nonton filmnya jadi pas baca ini sekalian ngebayangin film itu cuma cuma dengan cast kyuyoung.. sumpah mario jadi kyu sama” cakeeeeep hehheheh 😀
    next next ^^

  16. aku juga suka bannget film nya
    mario ganteng banget *malah bahas film aslinya*
    nam sama soo, mirip jg kan dulu mreka g cantik” bgt tp makin hari makin cantik 😀

    nice
    next part 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s