My Agent, Ma Boy | Chapter 1

My Agent, Ma Boy

  • Tittle : My Agent, Ma Boy / My Bodyguard, Ma Boy
  • Author : Anita Han
  • Length : Part 1 of …
  • Genre : Action, Romance, Sad, Angst, Little Mystery
  • Rating : NC 15+
  • Casts : Choi Soo Young, Cho Kyu Hyun, Kim Jong Woon (Yesung) and other
  • Disclaimer : FF yang bersumber dari otak imajiner author yang telah akut. Dan sudah hampir setahun datanya menjamur.
  • Note : Rating NC karena ada kekerasan. Berbau yadong juga -_- tapi hanya sedikit. Hanya pembawaannya yang berkonten itu, tapi untuk perbuatannya (dalam ff ini) author tidak berani ._.V Mianhae kalau ada typo-nya *bow

*^^* Happy Reading *^^*

Sooyoung’s POV

Namaku Choi Soo Young, anak semata wayang dari pemilik perusahaan Choi Corp. Umurku 23 tahun. Aku seorang mahasiswi jurusan hukum di Dongguk University. Sebentar lagi aku lulus dengan gelar S1. Aku tengah menyelesaikan sripsiku. Aku mempunyai namjachingu. Dia lulusan universitas yang sama, namanya Kim Jong Woon atau lebih dikenal dengan Yesung. Dia adalah pengusaha muda. Dia menjalankan perusahaan peninggalan appanya. Kedua orangtuanya telah tiada. Aku tidak tahu sebab orangtuanya meninggal, yang aku tahu Yesung ditinggalkan orangtuanya saat dia berusia 15 tahun. Setiap aku menyakan keluarganya terutama kedua orangtuanya, dia selalu mengalihkan pembicaraan. Ku pikir dia tidak mau mengungkit lagi lukanya. Sepeninggal kedua orangtuanya itulah dia menjalankan bisnisnya.

Author’s POV

“Oppa!” seru Sooyoung pada Yesung, namjachingunya. Dia melambaikan tangan lalu menghampirinya.

“Oh! Chagia, kenapa kau ada di sini? Oppa masih harus bekerja” ujarnya sambil mengurus beberapa berkas di atas mejanya. Dia benar-benar sibuk sepertinya.

Sooyoung hanya mengerucutkan bibirnya.

“Keundae, aku akan pergi sendirian saja. Oppa sudah tiga hari tidak menemaniku”

Sooyoung beranjak pergi tapi kemudian Yesung menarik tangan Sooyoung. Alhasil, orang yang ditarik berbalik. Yesung mendekap tubuh ramping yeojachingunya. Sooyoung tak bergeming. Sooyoung agak terkejut walaupun sebenarnya dia sudah tahu salah satu jurus Yesung adalah akan memeluknya jika ia merasa kesal. Kemudian Yesung mendekap tubuh Soyoung lebih erat. Barulah Sooyoung melingkarkan tangannya membalas dekapan Yesung. Dekapan itu perlahan memudar. Kemudian Yesung memegang kedua pipi Sooyoung dengan kedua telapak tangannya, menarik wajah Sooyoung. Ciuman itu hampir terjadi. Tapi Sooyoung segera menahannya.

“Oppa, kau terlalu berlebihan” ujar Sooyoung

“Kau mau kemana? Tunggulah sebentar, Oppa akan menemanimu”

“Ye?”

“Kau tunggu di sini saja, arrachi?”

Yesung meninggalkan Sooyoung di sebuah ruangan yang ada di gedung ini. Ruangan yang sengaja diperuntukkan sebagai ruangan pribadi Yesung di gedung perusahaannya. Sooyoung berjalan menuju balkon yang ada di rungan itu. Sangat indah pemandangannya. Pemandangan kota Seoul dengan gedung-gedung tinggi nan megah. Angin sepoi-sepoi menerbangkan beberapa helai rambut Sooyoung yang tergerai. Siang ini langit begitu cerah. Sooyoung duduk di atas kursi yang sudah ada di sana. Dia menarik kursi itu ke sisi kanan. Karena siang itu matahari sudah sedikit condong ke arah kiri Sooyoung. Memberikan panasnya pada sisi kiri balkon.

*** 30 menit kemudian ***

Yesung membuka pintu ruangannya.

“Chagi” panggil Yesung.

Ruangannya terlihat sepi. Yesung pikir Sooyoung pergi ke luar tanpa ditemani olehnya. Mungkin dia lelah menunggunya, pikir Yesung. Kemudian Yesung menelpon yeojachingunya yang sudah ia pacari hampir 1 tahun. Tapi sebenarnya dia telah menyukai Sooyoung dari dulu. Jauh saat Sooyoung mengenalnya. Mungkin dia bisa menjemputnya di tempatnya berada untuk menghabiskan waktu bersamanya, pikir Yesung lagi. Beberapa hari ini memang dia tidak menikmati waktu bersama dengan yeojachingunya itu.

“Ddrrrrtt.. Ddrrrrrrrrtt..”

Ponsel Sooyoung berbunyi di ruangan itu. Yesung mencari sumber suara itu. Dia pikir Sooyoung masih ada di sini setelah mendengar ponsel Sooyoung berbunyi. Tapi anehnya Sooyoung tidak mengangkat panggilan darinya. Akhirnya Ysung menemukan ponsel Sooyoung di rak buku miliknya.

“Dasar bodoh! Mengapa dia meninggalkan ponselnya di sini?” gumamnya.

Yesung sedikit tersenyum mendapati ponsel Sooyoung tertinggal di ruangannya. Tapi…

“Ige?”

Seketika mata sipitnya *gk perlu dijelassin, emang Yesung kan sipit ^^V #abaikan# terbuka lebar.

“Andwe! Pasti ini tidak benar!” serunya ketakutan. Perkataannya itu sarat akan getaran disetiap katanya.

Yesung menatap ponsel Sooyoung takut. Entah apa yang ditakutkannya sekarang.

“Chagia~ Kau di mana?” kata-katanya menggema di ruangan itu. Tapi tidak ada yang menjawabnya. Raut mukanya memperlihatkan ketakutan yang amat sangat.

Yesung mencari-cari Sooyoung dan akhirnya melihat dari balik kaca pintu balkon beberapa helaian rambut yang diyakini Yesung rambut Sooyoung yang tertiup angin. Yesung kemudian melangkah dengan cepat ke arah balkon. Dibukanya ke sampin pintu balkon itu. Ternyata Sooyoung di sana dan sedang tertidur sambil duduk menyandarkan kepalanya pada dinding. Memang dinding tempat bersandar Sooyoung tidak tembus pandang, alias tidak terbuat dari kaca. Hanya bagian pintu balkonnya saja yang terbuat dari kaca yang tembus pandang. Sehingga Yesung tidak dapat melihat Soyoung di sana.

Yesung kemudian melangkah mendekati Sooyoung. Menatap wajahnya lekat-lekat. Di raut wajahnya tersirat ketakutan dan kekhawatiran. Entah pikiran apa yang tengah bersemayam di otaknya saat ini. Perlahan dia menyentuh wajah Sooyoung. Membelai rambut indahnya.

“Aku tidak ingin kehilanganmu, Sooyoung-ah”

Kemudian Yesung mengeciup bibir Sooyoung. Perlahan Sooyoung pun terbangun karena ada seseorang yang mencium bibirnya.

“Kau sudah bangun?” tanyanya lembut setelah melepaskan ciumannya. Kemudian Yesung berdiri.

“Ye. Rupanya aku tertidur di sini” ujar Sooyoung sambil mengucek-ngucek matanya. Sooyoung bangkit dalam duduknya. Dan membuatnya berdiri berhadapan dengan Yesung.

“Saranghae” ucap Yesung dan kemudian mencium bibir Sooyoung lagi. Tangan kirinya memeluk pinggang ramping Sooyoung dan menariknya agar memperkecil jarak diantara mereka. Sedangkan tangan kanannya mendorong tngkuk Sooyoung agar ciuman mereka semakin dalam. Yesung terus merapatkan tubuhnya untuk meyakinkan dirinya bahwa Sooyoung tidak akan kemana-mana. Sooyoung hanya memeluk erat Yesung sebagai jawabannya. Yesung benar-benar takut akan kehilangan Sooyoung.

TBC

Apa yang ditakutkan Yesung? Ada apa di ponsel Sooyoung?

RCL yaa~ Kamsahamnida buat yang udah baca *bow

Jangan jadi Silent Reader ya~ *nodong pisau o.O

Iklan

20 pemikiran pada “My Agent, Ma Boy | Chapter 1

  1. Belum keliatan ada konfliknya Ɣɑ̤̥̈̊α̣̣̥α̍̍̊α̇̇̇̊ di Part ini..di tunngu next partnya, biar lrbih tau jAlan Ceritanya

  2. hal apa yah yg d takutkan yeppa?? trus apa juga yg d liat dari hp soo eonnie??
    kyuppa ngumpat k mana nih, belum muncul hehehe
    d tunggu lanjutannya 🙂

  3. WoW WoW…
    G’sbar nunggu next.A ^_^
    Aah.. Annyeonggg Aq readers baru.. Aq tau blog ini dri fb yg punya ini blog promot d.slh stu grup fb n’ kbetulan jga’ Aq adlh Knight. Bangapseumnida..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s